Rabu, 09 April 2014

Dulu, dan Sekarang

Abis nonton The Hurt Locker. Jadi pengen ngulik dikit satu quotenya.

“You love playing with that. You love playing with all your stuffed animals. You love your Mommy, your Daddy. You love your pajamas. You love everything, don't ya? Yea. But you know what, buddy? As you get older... some of the things you love might not seem so special anymore. Like your Jack-in-a-Box. Maybe you'll realize it's just a piece of tin and a stuffed animal. And the older you get, the fewer things you really love. And by the time you get to my age, maybe it's only one or two things. With me, I think it's one.”

Setelah gue pikir-pikir apa yang disampein Capt. James (Jeremy Renner) dalam film ini sama anak-anakannya ada benernya juga. Sekilas makna dari quote itu adalah penggambaran tentang kehidupan manusia yang makin kesini, ternyata makin sulit buat suka sama sesuatu. Manusia yang dulunya mudah senang sama hal-hal kecil, kini malah hal-hal kecil itu yang dengan mudahnya bikin senang hilang. Seperti buah simalakama.

Ngomongin yang dulu-duluan, gue jadi inget masa dimana gue bisa dengan mudah mengubah tangis jadi tawa. Waktu kecil, tangis dan tawa cuma dibatasi sama benang tipis. Begitu mudah dilewati. Ibarat kalau dulu kucing piaraan gue mati, gue nangis. Tapi gue bakal langsung senyum sumbringai begitu dibeliin kucing baru. Begitu simpel, begitu mudah. Beda kayak sekarang. Kehilangan pacar, dikasi pacar baru pun nggak akan selalu membantu buat ngelapin air mata yang udah nyumpekin combrengan tetangga. Begitu tak tergantikan, karna begitu indahnya.

Oh iya, gue pengen share puisi melankolis dari RandomPanda di videonya yang berjudul It Could Have Been Perfect World:

“Halus…
Sinar mentari halus menyentuh wajahnya.
Angin…
Meniup rambutnya dengan lembut.
Apa ini?
Sebuah perasaan yang tak tergambarkan.
Sejuk… hangat… bahagia.
Sebuah kenyamanan yang kau harap takkan pernah berhenti.
Seperti… cara ia berjalan…
Atau dikala ia berlari menyongsong harapan.
Dan berteriak tanpa rasa takut.
Ketika ia menyanyikan lagu favoritnya…
Tawa kecilnya…
Tatapannya…
Ah, sebuah perbuatan tanpa permintaan.
Seperti senyuman.
Atau dikala ia bersandar dan berkata: Semuanya akan baik baik saja.”

Iya, semuanya bakal baik-baik saja. Setidaknya itu kata Kamu.


Yah, niatnya flashbackin masa kecil, malah nyasar ke penggalauan. Demikianlah manusia. Ia hanya mengingat masa sedih walaupun begitu kecil. Tapi lupa akan masa indah padahal begitu besarnya. *MendadakZainuddin* *pevitaelusdada* *salahfokus*

Hujan disini udah reda. Tapi hujan dihati makin deres. Sebelum makin jauh, gue udahin Penggalauan tak terduga ini. Sampai ketemu lagi, yang disana.

Salam kangen.

0 komentar:

Posting Komentar